Berkelana ke Masa Lalu di Pingyao

pingyao2

Tanah Tiongkok tidak pernah benar-benar menjadi destinasi perjalanan impian saya. Imaji kota yang penuh sesak, keramaian yang memekakkan telinga serta toilet umum yang kotor dan berbau pesing membuat saya enggan menempatkan Tiongkok di peringkat atas daftar perjalanan impian saya.

Namun, perkenalan dan percakapan saya dengan seorang pria Indonesia yang bekerja sebagai manajer penginapan di sebuah kota mungil di utara Tiongkok belum lama ini berhasil melunturkan keengganan saya berpelesir ke negara terbesar di Asia ini.

“Kota apa? Pingyao? Di mana tuh?” Tanya saya sekenanya kepada sang manajer yang tampak mengenakan gelang batu giok hijau di pergelangan kanannya. Dia tersenyum lalu menyodorkan secarik brosur wisata kota Pingyao ke tangan saya. Sembari saya mulai membuka dan meneliti brosur yang dipenuhi aksara Tiongkok itu, mulailah ia berkisah tentang Pingyao, kota kecil bersejarah di Utara Tiongkok tempat dia selama ini bekerja dan mencari nafkah.

pingyao6

Berada di provinsi Shanxi Tengah, sekitar 100 kilometer dari ibukota provinsi Taiyuan, Pingyao merupakan sebuah kota kuno yang awalnya dibangun pada masa dinasti Zhou Barat (1045-256 SM) dan menyimpan kekayaan sejarah budaya Tiongkok selama lebih dari 2.700 tahun. Kota Pingyao menjadi bukti nyata sekaligus saksi bisu kejayaan dinasti Ming (1368-1644) dan Qing (1644-1911) sebelum akhirnya kota ini dinobatkan menjadi situs warisan budaya dunia UNESCO pada akhir tahun 1997.

Sayangnya, nama Pingyao sebagai tujuan wisata cagar budaya kota kuno masih kalah bersinar dibandingkan dengan kota kuno Lijiang yang lokasinya ada di Selatan dan lebih dekat dengan ibukota Beijing. Meskipun masih lebih banyak dikunjungi oleh turis lokal, saat ini Pingyao perlahan mulai dikenal sebagai pusat hangout pelancong backpackers dari penjuru dunia. Jalanan berbatu dan lorong-lorong sempitnya yang diapit bangunan-bangunan khas dinasti Ming dan Qing, Pingyao sekilas tampak seperti tempat syuting film laga silat dan segera akan membawa kita berkelana kembali ke kemegahan negeri Tiongkok di masa lampau.

pingyao4

Dengan wilayah kota kuno seluas 2,6 kilometer persegi yang dikitari tembok benteng tebal, Pingyao dengan mudah dapat dijelajahi dengan berjalan kaki atau bersepeda. Walaupun disesaki oleh rombongan turis selama siang hari, kendaraan bermotor nyaris tidak akan Anda temui melaju di jalan-jalan kota. Disarankan untuk meluangkan waktu menginap semalam atau dua malam di pusat kota agar Anda benar-benar bisa menjelajahi tiap sudut Pingyao dan meresapi kisah sejarahnya yang seakan tak habis-habis.

Tembok Kota Simbol Keabadian
Sebagai satu dari empat kota kuno yang terlindungi tembok tebal di Tiongkok (tiga yang lain adalah kota Langzhong, Shexian County dan kota tua Lijian), keunikan Pingyao terletak pada keindahan arsitektur Tiongkok kuno yang mewarnai bangunan-bangunan di dalamnya. Bagaikan harta karun terpendam yang beku oleh waktu, kecantikan Pingyao tertutupi oleh tembok kota yang kokoh melindunginya dari kehancuran akibat perang sekaligus menjauhkannya dari pengaruh modernisasi.

pingyao7

Meskipun telah melalui proses renovasi berkali-kali, tembok kota Pingyao dan bangunan-bangunan di dalamnya berada dalam kondisi yang baik dan tak mengalami banyak perubahan. Membentang sepanjang enam kilometer, tembok kota Pingyao memiliki tinggi 12 meter dengan ketebalan tiga hingga enam meter. Temboknya sendiri dibangun dari campuran tanah, batu alam dan batu bata. Jika dilihat dari udara, tembok kota Pingyao berbentuk persegi serupa kura-kura. Dengan enam buah gerbang—satu berada di Utara dan Selatan tembok; dua berada di Barat dan Timur—gerbang Selatan tampak seperti kepala kura-kura dengan dua buah sumur air sebagai matanya dan gerbang Utara sebagai ekornya.

Hal ini tidaklah mengherankan. Menurut kepercayaan tradisional Tiongkok, kura-kura merupakan simbol keabadian. Bentuk tembok kota yang mirip kura-kura menjelma doa para leluhur supaya kota kuno ini selamanya aman dan abadi. Sebuah parit besar juga dibangun mengitari tembok benteng sebagai bentuk pertahanan. Parit ini akan menjelma sungai kecil penuh air saat hujan deras mengguyur kota Pingyao. Hingga saat ini, pengunjung dan turis masih dapat naik dan berjalan-jalan di atas tembok kota menikmati panorama Pingyao dari ketinggian.

Surga Museum dan Kuil
Sejarah budaya dan seni menjadi magnet Pingyao bagi banyak pelancong yang mengunjunginya. Salah satu tempat wajib kunjung di kota kuno ini adalah Rishengchang Exchange Shop (Rishengchang dalam bahasa setempat secara harfiah bermakna kemakmuran). Menempati area seluas 1.300 meter persegi, toko ini berlokasi di West Street di bagian dalam kota Pingyao.

pingyao3

Rishengchang Exchange Shop dibangun tahun 1823 pada masa dinasti Qing (1644 – 1911). Awalnya toko ini dipakai sebagai tempat penyimpanan dan pertukaran koin perak (mata uang yang digunakan pada masa dinasti Qing) dan pada masanya memiliki 35 cabang di kota-kota besar di penjuru Tiongkok.

Namun, karena alasan keamanan dan kenyamanan para pedagang yang datang ke sana, pengelola Rishengchang memutar otak dan menciptakan alternatif baru yang memungkinkan para pedagang menyetorkan koin perak di satu cabang dan mengambilnya di cabang yang lain. Sejarah mencatat bahwa Rishengchang adalah cikal bakal sistem perbankan modern yang kini kita gunakan. Karena pengaruhnya yang sangat besar terhadap perkembangan dunia perbankan Tiongkok, di tahun 1995, Rishengchang Exchange Shop secara resmi dijadikan museum dan bangunan budaya yang dilestarikan.

Terdapat beberapa buah kuil di dalam kota Pingyao yang juga menarik untuk dikunjungi, salah satunya adalah Temple of The City God. Kuil seluas 7.302 meter persegi ini memiliki sejarah panjang dan sudah melalui beberapa kali renovasi. Ukiran-ukiran kayu dan batu di dalam kuil terlihat sangat cantik; lukisan mural maupun cat yang melapisi patung-patung kuil juga tampak dikerjakan dengan detil dan artistik. Kompleks kuil yang sangat luas ini sebenarnya terdiri dari tiga kuil: Temple of The City God, Kuil Caishen (Dewa pembawa kemakmuran) dan Kuil Zaojun (Dewa pembawa bahan makanan).

pingyao5

Untuk bisa masuk ke dalam beberapa atraksi wisata utama seperti Ming-Qing Street, Tembok Kota dan Rishengchang Exchange Shop di kota kuno Pingyao, pengunjung harus membayar biaya masuk sebesar CNY 150 per orang yang dapat digunakan untuk berkunjung ke 20 tempat wisata. Untuk tempat bermalam, bermacam penginapan dengan tarif murah dapat dengan mudah Anda temui di penjuru Pingyao. Beberapa hostel yang terkenal di kalangan backpackers antara lain Yamen Hostel, Jing’s Residence, Harmony Guesthouse dan Zhengjia Hotel & Hostel.

Untuk mencapai kota kuno Pingyao, pelancong bisa terbang ke Taiyuan, kota terdekat dari Pingyao yang memiliki bandara. Dari Taiyuan, perjalanan sejauh 90 kilometer dapat ditempuh dengan kereta api, bus ataupun menyewa mobil. Pilihan populer adalah dengan menggunakan kereta api yang akan memakan waktu sekitar satu setengah hingga dua jam perjalanan sampai ke Pingyao.

pingyao1

Kota kuno Pingyao dengan lokasinya yang berada di Utara mungkin memang bukan tujuan wisata populer maupun mudah dijangkau dari ibukota Beijing. Namun, percayalah bahwa usaha dan waktu Anda untuk bisa sampai ke sana tidak akan terbuang sia-sia. Pepatah mengatakan bahwa dalam sebuah perjalanan, yang terpenting adalah proses perjalanan itu sendiri, bukan destinasi. Menurut saya, kita bisa mendapatkan keduanya sekaligus dalam sebuah perjalanan ke Pingyao. Kenapa tidak? Well, are you in or out?

Lokasi:

*all images are courtesy of Paulstravelpics

Follow us on Twitter, join us on Google Plus & like us on Facebook.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s