Mencicipi Hidangan Dari Penjuru Dunia di Jackson Heights

 

00_LA-PORTENA_JacksonDiner_460x285

New York telah membuat saya jatuh cinta sejak pandangan pertama di layar kaca. Menjadi lokasi syuting sejumlah film box office mulai dari ‘Sleepless in Seattle’, ‘Home Alone 2: Lost in New York’ hingga favorit saya ‘Extremely Loud & Incredibly Close’, kota padat penduduk di pesisir Timur negara Paman Sam ini tak pernah lepas dari urutan teratas tujuan destinasi impian saya.

New York juga menjadi mimpi profesional saya sebagai pekerja media dengan deretan nama perusahaan media kelas dunia yang berkantor pusat di kota multikultural ini. Sebut saja Condé Nast Publication, Atlas Media Corporation, Bloomberg L.P. hingga perusahaan new media seperti Gawker Media dan Curbed semua bermarkas di sana. Bagi saya, New York City adalah angan-angan tertinggi.

03_LA-PORTENA_460x285

Meski kesan pertama tentang New York tak pernah jauh dari Patung Liberty, Central Park, Times Square dan Teater Broadway, sesungguhnya roda kehidupan New York tak melulu berputar di area Midtown Manhattan. Terdiri dari lima distrik atau Borough, New York tak hanya menawarkan lanskap gedung pencakar langit atau taman kota yang asri dan terbentang luas, tetapi juga keberagaman budaya penduduknya yang beraneka warna.

Nafas keberagaman budaya yang melebur menjadi satu ini terutama sekali dapat dirasakan jika Anda berkunjung ke Borough of Queens yang berada di bagian Barat Long Island. Terkenal sebagai wilayah perkotaan dengan budaya paling beragam di muka bumi, Queens otomatis juga sangat kaya akan keragaman kuliner dunia yang bisa Anda cicipi satu persatu di sekitar Jackson Heights.

Bagi Anda penggemar kuliner atau penyuka hal-hal baru, mencicipi masakan tradisional khas dari segala penjuru dunia bisa jadi pengalaman dan tantangan yang menarik. Selain mengisi perut, Anda juga bisa melihat sendiri betapa penduduk Jackson Heights dengan latar belakang budaya yang beragam mampu hidup berdampingan dengan harmonis. Berkat kaum imigran yang menetap di sana, masakan-masakan khas Asia Selatan, Amerika Latin hingga makanan tradisional Tibet dan Himalaya dengan karakter rasa yang berbeda-beda bisa Anda jajal sekaligus di Jackson Heights.

Petualangan lidah bisa Anda mulai dengan mengunjungi Jackson’s Diner yang menyajikan masakan otentik khas India. Berada di jantung Little India, bangunan restoran berwarna burgundy ini dengan mudah dapat ditemukan. Kari dan Tandori beserta masakan lain khas India Utara mengisi daftar menu Jackson’s Diner.

Chicken Tikka dan Aloe Gobi adalah dua masakan yang populer dan wajib Anda cicipi di sana. Bagi Anda yang vegetarian, jangan lupa cicipi juga Dosa Delight yang berbentuk serupa pancake tapi terbuat dari kacang lentil dan tepung beras dengan isian kentang, bayam, keju bahkan coklat dan kacang mede. Rasanya sungguh gurih dan nikmat di lidah.

Jika Anda tertarik dan berani mencoba kuliner khas Tibet dan Nepal, berkunjung ke Phayul Restaurant menjadi pilihan yang menarik. Makanan-makanan bernama aneh yang terdapat di daftar menu jangan sampai menyurutkan keberanian Anda untuk mencobanya. Justru ini adalah kesempatan baik untuk keluar dari zona nyaman lidah Anda selama ini.

Namun, hati-hati bila Anda memesan Shoko Sil Sil Ngoe Ma (parutan kentang dan cabai hijau) atau Laphing (mie yang terbuat dari selai kacang hijau disiram saus cabai) sebab keduanya menggunakan lada Sichuan yang cukup banyak dan rasa pedasnya bisa sangat menyengat di lidah dan tenggorokan. Terdapat beberapa restoran lain yang juga menyajikan masakan khas Tibet di area Jackson Heights, seperti restoran Himalayan Yak dan Mustang Thakali Kitchen yang juga patut Anda kunjungi.

Bila Anda kurang menyukai masakan khas Asia Selatan, di Jackson Heights Anda juga dapat menjajal kuliner khas Amerika Latin di beberapa restoran seperti La Cabaña Argentina dan La Porteña. Cicipi bermacam jus dan sup ala Ekuador di El Pequeño Coffee Shop atau nikmati Caldo De Costillo (sup iga khas Kolombia) dan Chicharrónes (kulit babi goreng) di restoran Cositas Ricas.

Untuk menutup petualangan kuliner di Jackson Heights, Anda bisa mampir ke El Palacio de Los Cholados di Northern Boulevard. Pesanlah seporsi Cholado atau es campur khas Kolombia, maka pelayan akan mengantarkan es serut bercampur sirup buah dan susu kental manis yang dituangkan di atas potongan pisang, mangga, stroberi, kelapa dan nanas dalam gelas besar ke meja Anda. Bila Anda datang dengan perut kosong, berkunjunglah ke Jahn’s di 37th Avenue dan pesanlah Kitchen Sink Sundae yang porsi super raksasanya bisa dinikmati oleh delapan orang sekaligus.

Jajanan pinggir jalan pada malam hari di sepanjang Roosevelt Avenue juga tak boleh diabaikan. Meski berkesan murah, gerobak-gerobak penjual di sana menawarkan bermacam makanan tradisional khas mulai dari Meksiko, Kolombia hingga masakan khas Republik Dominika. Salah satu penjaja makanan yang populer di Roosevelt Avenue adalah Arepa Lady yang sesuai namanya menjajakan Arepa, penganan khas Kolombia yang berlumur keju. Hmm, lezatnya!

Mungkin saja selama ini Anda adalah tipe pejalan yang selalu bermain aman dengan menyantap menu McDonald’s di negara manapun yang Anda kunjungi. Akan tetapi, menguji nyali (dan kapasitas perut) dengan menjelajahi kuliner dunia bercitarasa unik di area Jackson Heights ketika suatu saat nanti Anda menjejakkan kaki di ‘The Big Apple’ bisa jadi kegiatan yang menantang diri untuk keluar dari kebiasaan membosankan. Kenapa tidak. So, are you in or out?

 

Photos courtesy of: nytimes.com, seriouseats.com, mightysweet.com, nycgo.com

 

Follow us on Twitter, join us on Google Plus & like us on Facebook.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s