Desa Komodo: Kehidupan Kecil di Tengah Habitat Reptil Raksasa

60

Desa Komodo yang terletak dalam kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat boleh dibilang merupakan sebuah desa yang unik. Keunikan Desa Komodo bukan hanya lantaran merupakan habitat asli reptil purba Komodo ,tetapi karena desa berpenduduk 1500 jiwa itu tidak memiliki tapal batas wilayah sebagaimana halnya dengan desa lain pada umumnya. Maklum, Desa Komodo merupakan salah satu desa yang berada dalam kawasan konservasi Taman Nasional Komodo.

“Kami bukan orang Manggarai, kami adalah Suku Komodo,” demikian jelas Muchdar, seorang pemuda Desa Komodo. Secara fisik, masyarakat Suku Komodo memang berbeda dari suku-suku lain seperti Manggarai, Flores, Bugis atau Bima. Kulit orang Suku Komodo terlihat lebih cerah ketimbang masyarakat Flores yang berkulit lebih gelap. Bahasa yang digunakan pun berbeda, baik dari sisi logat hingga perbendaharaan kata. Hal ini unik, karena secara teritorial mereka bermukim dalam satu wilayah administrasi yang sama.

Di Desa Komodo, Suku Komodo menjadi suku mayoritas penghuni desa. Sementara itu, sisanya adalah peranakan Bugis atau Bima. Rata-rata penduduk di sini berprofesi sebagai nelayan. Ada pula yang bekerja sebagai pemahat dan perajin suvenir kayu khas Pulau Komodo. Desa Komodo hanya memiliki satu SD dan satu SMP. Jika ingin meneruskan sekolah, mereka harus melanjutkan pendidikan ke sekolah-sekolah yang ada di Labuan Bajo.

*sumber: dari pelbagai macam sumber

Follow us on Twitter, join us on Google Plus & like us on Facebook.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s