Belajar Menulis di Workshop Travel Writing and Gathering Scuba Diver Australasia Indonesia

Banyak orang mempunyai hobi traveling dan diving, tetapi tak banyak yang mau dan bisa menuangkan pengalamannya dalam bentuk kata-kata. Oleh sebab itu, Majalah Scuba Diver Australasia Indonesia tanggal 29 September 2012 lalu menyelenggarakan kegiatan Travel Writing Workshop dan Gathering pembaca yang bertempat di Decanter Wine House, Jakarta. Workshop yang juga didukung Valadoo.com ini menghadirkan Fransiska Anggraini, Chief Editor Majalah Scuba Diver Australasia Indonesia, sebagai pembicara utama. Selain Fransiska, hadir pula Yudasmoro, seorang penulis perjalanan lepas yang belum lama ini meluncurkan buku bertajuk “Travel Writer”.

Jadi, seperti apakah pekerjaan travel writer itu? Secara simpel, travel writer adalah penulis yang menuliskan kisah dan pengalaman perjalanan yang dilakukannya untuk diterbitkan. Menurut Fransiska, kisah yang dituliskan oleh travel writer bisa berupa fiksi, kisah nyata atau campuran antara keduanya. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh seorang travel writer sebelum mengirimkan tulisannya ke media cetak. Pertama, sebaiknya penulis mengirim email terlebih dahulu kepada editor majalah untuk mendiskusikan artikel seperti apa yang dibutuhkan serta sudut pandang tulisan seperti apa yang cocok diterbitkan di media tersebut. Sebenarnya bisa saja kita langsung mengirimkan tulisan ke media cetak yang kita tuju, tetapi dengan cara ini kemungkinan tulisan kita dapat diterbitkan lebih kecil.

Tulisan perjalanan juga tidak melulu berisi detail perjalanan kita dari berangkat hingga kembali lagi. Tulisan perjalanan sesungguhnya sangat beragam bentuk dan isinya, mulai dari seni, arsitektur, lingkungan hingga olahraga dan hiburan malam. Satu kemampuan yang penting dimiliki oleh seorang travel writer adalah kemampuan observasi. Setiap orang yang punya uang banyak bisa saja pergi ke mana pun ia mau, tapi belum tentu dia bisa menceritakan kembali kisah perjalanannya jika ia tidak jeli menangkap momen-momen menarik untuk dituangkan menjadi tulisan.

Satu keahlian lain yang harus dimiliki oleh seorang penulis perjalanan adalah kemampuan fotografi yang baik. Fransiska mengatakan, sebuah tulisan perjalanan yang baik jika tidak didukung dengan foto-foto yang baik dan cantik akan sulit untuk diterbitkan. Pasalnya, tujuan tulisan perjalanan adalah mengajak pembaca membayangkan tempat wisata dan bahkan mendorong pembaca untuk pergi ke tempat-tempat indah tersebut.

Yudasmoro yang belajar dan mengawali karir sebagai travel writer secara otodidak juga mengatakan hal serupa. Selain kepiawaian menulis dan menggunakan bahasa yang baik dan benar, kejelian menemukan sudut pandang cerita menjadi sangat penting untuk menjadikan tulisan kita unik dan menarik. Setelah menjalani profesi travel writer ini beberapa tahun, kini Yudasmoro sudah berhasil berkeliling ke daerah-daerah di Indonesia dan mancanegara secara gratis! Gratis, karena perjalanan ditanggung oleh pihak pengundang atau perusahaan yang mensponsori. Nah, jika Anda senang menulis dan ingin bisa jalan-jalan gratis, menjadi travel writer sekarang bisa menjadi pilihan profesi yang menarik untuk digeluti. Tertarik mencoba?*

Follow us on Twitter & like us on Facebook.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s