Wisata Cinta di Pulau Asmara Situ Patenggang

SONY DSC

Till death do us part, demikian sumpah setia yang diucapkan saat dua sejoli mengikat janji. Cara apa pun pasti akan ditempuh oleh sepasang kekasih demi mengekalkan tali cintanya. Situ Patenggang, sebuah danau (situ) di kawasan Ciwidey, tepat di kaki Gunung Patuha, menyimpan mitos menarik tentang keabadian cinta.

Bila kebetulan Anda sedang berlibur ke Bandung, sesekali mampirlah ke Situ Patenggang di Selatan kota Bandung. Dari Kawah Putih, perjalanan menuju Situ Patenggang masih dilanjutkan lagi terus ke atas melewati Ranca Upas. Sesampainya di Situ Patenggang, kita akan disambut oleh pemandangan danau yang cantik dan menenangkan hati. Bagaimana tidak cantik? Di pagi hari, langit di atas danau terlihat biru cerah, secerah pantulan pemandangan yang tercermin di atas permukaan air yang tenang. Udara yang sejuk serta sinar mentari yang mengintip malu-malu di sela pepohonan menambah romantis tempat ini.

Tepat di tengah-tengah Situ Patenggang terdapat sebuah pulau yang disebut oleh masyarakat setempat sebagai Pulau Asmara atau Pulau Sasuka dalam Bahasa Sunda. Pasalnya, di pulau tersebut terdapat sebuah batu yang disebut batu cinta. Selain kegiatan naik perahu berkeliling perairan danau, mengunjungi batu cinta menjadi aktivitas favorit wisatawan yang berkunjung ke sini, terutama sekali pasangan muda yang sedang hangat-hangatnya merajut asmara.

SONY DSC

Terdapat sebuah mitos menarik di balik penamaan batu cinta. Penduduk setempat memercayai bahwa air Situ Patenggang dahulu berasal dari mata air sepasang sejoli bernama Dewi Rengganis dan Ki Santang yang saling merindu karena terpisah oleh perang di masa kekuasaan Kerajaan Sriwijaya. Akhirnya, setelah berpisah jarak dan saling mencari sekian lama, keduanya bertemu kembali di batu yang kini dinamai batu cinta itu.

Sejak saat itu, Batu Cinta dipercaya mampu melanggengkan ikatan cinta pasangan kekasih yang berdiri bersama-sama di atasnya. Terlepas dari kebenaran mitos tersebut, tetapi Batu Cinta selalu ramai dikunjungi oleh pasangan muda yang ingin mencoba membuktikan mitos romantis tersebut.

Kabut putih tipis yang menyelimuti permukaan danau, berperahu berdua di air tenang sambil memandangi langit yang biru cerah ditambah dengan kisah cinta abadi Dewi Rengganis dan Ki Santang. Kurang romantis apa tempat ini? Bagi yang belum pernah kemari, segera bawa pasangan Anda berlibur ke Situ Patenggang. Cukup di akhir pekan, tak perlu menunggu libur panjang.*

Info biaya:
Tiket masuk Rp. 4000,- / org
Tiket masuk mobil Rp. 10,000,-/mbl
Tiket masuk bus Rp. 20.000,-/bus
Tiket perahu dayung/motor Rp. 15.000,- /org
Tiket sepeda air Rp. 40.000,- /2 org
Villa/penginapan Rp.600.000,-/malam
Kapasitas 30 sd 50 orang dengan fasilitas 3 kamar tidur,ruang aula, perapian, dapur, 1 kamar mandi dengan lokasi di tepi Situ Patenggang.

Follow us on Twitter, join us on Google Plus & like us on Facebook.

Advertisements

2 thoughts on “Wisata Cinta di Pulau Asmara Situ Patenggang

  1. Fotonya bagusss :) pas kesana, adanya awannya mendung, gerimis dan kelabu jadi ga dapet eksotiknya. Btw I love your blog a lot and your writing style ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s